Sekitar 400-an pelajar tingkat SMP dan SMA hari Sabtu, 28 Januari 2012 menggelar acara Operasi Bersih dan Penanaman Pohon. Para pelajar yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Hijau (GPH) itu menggelar acaranya di Desa Talok Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang. Acara yang juga didukung penuh oleh Ormas Fortuna 49 dan Koramil 12 Kecamatan Kresek itu berlangsung cukup impresif dan edukatif.
Para pelajar yang tergabung dalam Gerakan Pelajar Hijau (GPH) sendiri berasal dari seluruh unsur atau organisasi pelajar se-Tangerang seperti OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, Pencak Silat, Pecinta Alam, dan organisasi pelajar lainnya. Para pelajar itu berdomisili dari berbagai wilayah khususnya di Tangerang seperti Balaraja, Kresek, Curug, Cimone, Kronjo, Gunung Kaler, Mekar Baru, Suka Mulya, Cisoka, Jayanti, dan Cikupa. Selain para pelajar, acara itu juga dihadiri oleh beberapa komunitas seperti Tongkrongan Pecinta Alam (Topial), Kura-Kura Adventure Team, Forum Komunikasi Pecinta dan Penggiat Alam Tangerang (FKPPAT), Balagiriwana, Hispala, Ipari, LSM Amanat, dan Komunitas Hitam Putih Abu-Abu (HPAA).
Acara itu dimulai pukul 13.00 WIB, dibuka dengan pengarahan dari panitia penyelenggara dan kemudian dilepas oleh Komandan Rayon Militer 12 Kecamatan Kresek, Kapten Inf. Kardi, setelah sebelumnya memberikan sambutan. Semua peserta Operasi Bersih dan Penanaman Pohon berjalan kaki dari titik kumpul di Markas Koramil 12 Kecamatan Kresek menuju Desa Talok yang jaraknya sekita 500 meter. Semua peserta Operasi Bersih dan Penanaman Pohon berjalan beriringan sambil membawa pohon-pohon yang akan ditanam lengkap dengan peralatannya. Banyaknya pohon yang ditanam berjumlah 100 pohon dengan rincian 50 pohon mahoni dan 50 pohon trambesi.
Meski sempat diguyur hujan, acara tetap berjalan lancar karena semua peserta tetap antusias mengikuti jalannya kegiatan. Pohon-pohon ditanam di sepanjang bahu jalan Desa Talok yang kini mulai gersang karena minimnya tumbuhan. Selain itu, kondisi jalan yang dibeton pun turut andil dalam menyumbangkan efek panas. Sehingga setelah panitia berdiskusi tentang lokasi penanaman, maka diputuskan pohon-pohon itu akan ditanam di Desa Talok Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang.
Kecamatan Kresek sendiri adalah salahsatu kecamatan di Kabupaten Tangerang yang beberapa desanya sempat terendam banjir beberapa waktu lalu. Atas kesadaran bahwa para pelajar pun memiliki kewajiban akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, serta sebagai langkah antisipatif penanggulangan bencana, maka Gerakan Pelajar Hijau (GPH) pun sepakat untuk menggelar acara Operasi Bersih dan Penanaman Pohon.
Selain acara Operasi Bersih dan Penanaman Pohon, Gerakan Pelajar Hijau (GPH) dan semua komunitas undangan lainnya juga menggelar aksi membubuhkan tandatangan dalam sehelai kain putih. Kumpulan tandatangan itu adalah sebuah Petisi Anak Muda Mendukung Pemberantasan Pungli di Dunia Pendidikan/Sekolah. Petisi itu rencananya akan dikirim ke Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Diharapkan petisi itu akan menjadi “bahan bakar” bagi semua anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang dan juga semua jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang agar serius memberantas pungli di dunia pendidikan/sekolah.
Sementara itu, saat dimintai pendapatnya tentang acara Operasi Bersih dan Penanaman Pohon, Danramil Kresek, Kapten Inf. Kardi, mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan para pelajar yang menggelar acara Operasi Bersih dan Penanaman Pohon. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak sehingga acara itu bisa terlaksana. Di akhir pernyataannya, Danramil Kresek mengatakan agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan, dia berjanji akan mendukung penuh setiap kegiatan positif edukati apalagi yang diprakarsai oleh pelajar.
Masih di tempat yang sama, Ketua Fortuna 49, Fahrurozi, mengatakan bahwa ini adalah salahsatu langkah di mana pemahaman tentang lingkungan hidup harus sudah merasuk ke dalam kurikulm pendidikan. Jika pemahaman lingkungan hidup sudah masuk ke dalam kurikulm, diharapkan, para pelajar tidak hanya duduk manis di dalam kelas mendengar ceramah, tetapi harus langsung diajak terjun aktif dalam proses upaya pelestarian lingkungan hidup. Ketika disinggung tentang petisi para pelajar, Fahrurozi mengatakan, dia mendukung penuh petisi itu, karena sudah sepantasnya, dunia pendidikan bebas dari berbagai unsur perusak moral dan pemenjara jiwa.
Mungkin sudah waktunya suara atau aspirasi pelajar didengar dan dipertimbangkan lalu kemudian diakomodir. Jangan hanya menjadikan pelajar sebagai subjek pasif tanpa diberi hak suara, karena sejatinya tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Bukankah pelajar juga manusia?

semoga gerakan seperti ini dapat terus di tingkatkan...
BalasHapusYupz, pelajar sebagai bagian dari bangsa harus bisa beruat sesuatu yang bermanfaat. Dan pelajar juga beerharap agar kualitas pendidikan di negeri ini bisa ditingkatkan
BalasHapusseharusnya tidak hanya melibatkan satuan koramil ajj..
BalasHapuskan masih ada PGRI,anggota kepolisian..
Kami sudah memberikan surat pemberitahuan dan undangan ke Koramil, Kapolsek, PGRI, dan Kwaran Pramuka, tapi sayangnya hanya jajaran Koramil saja yang datang
BalasHapusKa,fortuna itu organisasi apa ?saya masih sekolah di sman 7 tangerang. ingin menambah belajar berorganisasi. Apakah boleh untuk gabung ?
BalasHapus