Sabtu, 03 Maret 2012

Penyuluhan Narkoba Koramil-12 Kresek di SMP Negeri 1 Kresek



Narkotika dan obat-obatan berbahaya atau yang lebih dikenal dengan istilah narkoba, akhir-akhir ini ramai diperbincangakan. Maraknya penyelundupan narkoba dari luar negeri membuat aparat hukum kewalahan menanganinya. Tragedi kecelakaan Tugu Tani Jakarta yang merenggut 9 nyawa tidak lepas dari terjadinya penyalahgunaan narkoba. Sang pengemudi Apriyani Susanti, positif mengonsumsi narkoba sebelum mengemudikan kendaraannya.

Kejadian itu, menyadarkan kita bahwa peredaran narkoba masih sangat masif  di Indonesia. Semua bidang masih sangat rentan terselusupi oleh barang haram narkoba. Dunia pendidikan yang mayoritas diisi oleh kaum muda adalah pasar yang menjanjikan untuk perdagangan narkoba. Pelajar  yang secara pskologis cenderung ingin tahu, ingin mencoba, atau sekadar ingin menunjukan eksistensinya membuat pelajar dengan mudah terbius oleh narkoba.

Atas keprihatinan itu Koramil-12 Kresek pun turun kesekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan bahaya narkoba. Pada hari senin 20 Februari 2012 berkesempatan memberikan penyuluhan di SMP Negeri 1 Kresek. Acara dibuka dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Bertindak sebagai Pembina Upacara Danramil Kresek Kapten Inf. Kardi, sedangkan upacara dipimpin oleh Muklis siswa kelas 9 C SMP Negeri 1 Kresek.

Upacara yang berlangsug khidmat itu dijadikan media oleh Danramil-12 Kresek untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada siswa. Dalam sambutannya, Danramil-12 Kresek mengatakan bahwa di era globalisasi modern yang kita hadaapi saat ini, tentunya telah membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh globalisasi diberbagai bidang kehidupan seperti Ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. “Bahkan yang lebih memrihatikan sudah banyak generasi muda yang terseret dalam kehidupan seks bebas dan pengunaan narkoba” tambahnya.

Ditemui diruang kerjanya kepala sekolah SMP Negeri 1 Kresek, Supardi, S.Pd, mengatakan kerjasama dari semua pihak untuk kemajuan pendidikan akan disambut baik oleh SMP Negeri 1 Kresek, karena pada dasarnya pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak. “Peningkatan kualitas pendidikan seiogyanya bukan hanya tanggungjawab dewan guru atau perangkat sekolah” pungkasnya.

Ditempat terpisah ketua Gerakan Pelajar Hijau (GPH) Romdoni, mengatakan sudah sepatutnya dunia sekolah tidak lagi inklusif, sekolah harus membuka diri dan berinisiatif untuk menggandeng semua pihak dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. “jika selama ini sekolah terkesan alergi terhadap aktivis penggiat pendidikan, maka sudah saatnya sekolah mau bergandengan tangan demi kemajuan pendidikan di tanah air” tuturnya.

Semoga kegiatan ini dapat berlangsung berkesinambungan. Bukan sekadar acara seremoni belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar